
Jakarta, 13 Oktober 2025 - Sebagai wujud komitmen dalam mendorong pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan, Panorama menggandeng Caventer yang merupakan organisasi nirlaba yang berfokus pada pengembangan budaya, seni, dan pemberdayaan komunitas lokal. Kerja sama ini bertujuan untuk menghadirkan destinasi berbasis Masyarakat (community-based tourism) kepada klien dan pelanggan Panorama, sekaligus memperluas jangkauan pendampingan dan akses pasar untuk desa-desa wisata yang telah di-assist oleh Caventer.
Sebagai informasi, sejak tahun 2016 Panorama telah aktif melakukan pendampingan desa wisata di Lombok, Yogyakarta, serta Kota Bogor sebagai kegiatan CSR yang juga sejalan dengan prinsip ESG (Environmental, Social, Governance) yang diterapkan oleh Panorama. Sementara Caventer sendiri saat ini telah mendampingi 36 desa wisata di beragam daerah dan destinasi wisata Indonesia.
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Panorama dan Caventer dilakukan pada Sabtu, 11 Oktober 2025 bertepatan dengan penyelenggaraan Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) di Jakarta. Dalam MoU tersebut Panorama berperan dalam membantu promosi dan akses pasar sekaligus pendampingan bagi desa-desa wisata yang telah didampingi oleh Caventer. Adapun promosi dan akses pasar yang diupayakan adalah untuk segmen inbound/wisman, corporate market, serta student trip dari luar negeri yang memiliki minat pada wisata berbasis komunitas.
“Kami melihat desa wisata bukan hanya sebagai destinasi alternatif, tetapi sebagai wujud nyata dari pariwisata berkelanjutan yang memberi manfaat langsung bagi Masyarakat. Melalui kerja sama ini, Panorama ingin menghadirkan pengalaman baru bagi wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di level local player” ungkap AB Sadewa, Corporate Secretary PT Panorama Sentrawisata Tbk.
Caventer juga menyatakan kesiapannya untuk bersama-sama melakukan pendampingan komunitas desa untuk naik kelas menjadi destinasi yang lebih siap dikunjungi oleh pasar yang dimiliki oleh Panorama.
Melalui inisiatif ini, Panorama menegaskan komitmennya untuk berkontribusi pada pengembangan pariwisata nasional yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga berfokus pada keberlanjutan sosial, budaya, dan lingkungan.