
Jakarta, 21 Oktober 2025 – PT Panorama Sentrawisata Tbk (IDX: PANR), perusahaan terintegrasi di sektor pariwisata nasional yang bergerak pada dua pilar utama, Inbound (penanganan wisatawan mancanegara) dan Travel & Leisure (layanan perjalanan domestik dan outbound), mencatat kinerja operasional yang solid sepanjang kuartal III/2025, didorong oleh peningkatan aktivitas pemasaran di berbagai ajang pariwisata domestik dan internasional.
Pilar Inbound Dorong Penjualan ke Pasar Global
Sepanjang kuartal III/2025, Panorama melalui pilar Inbound aktif memperkuat penetrasi ke pasar internasional dengan berpartisipasi dalam dua ajang pariwisata utama, yakni Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2025 di Jakarta pada 10–12 Oktober 2025, serta ITB Asia 2025 di Singapura pada 15–17 Oktober 2025.
Kedua ajang tersebut menjadi momentum penting untuk memasarkan destinasi unggulan di Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Vietnam kepada mitra travel agent dari berbagai wilayah seperti Eropa Barat, Eropa Tengah dan Timur, Skandinavia, Timur Tengah, Asia Selatan, hingga Afrika.
Hasil dari aktivitas pemasaran tersebut menghasilkan komitmen penjualan paket wisata untuk periode musim panas 2026 (Maret–Mei 2026) hingga musim dingin 2026 (Desember 2026–Maret 2027). Permintaan terbesar datang dari pasar Eropa dan Timur Tengah, yang menunjukkan peningkatan minat terhadap paket multi-destination Southeast Asia. Peningkatan reconnecting pada paket multi-destination di negara-negara Asia Tenggara ini tercatat mengalami pertumbuhan 15%.
Direktur Inbound Panorama, Ricardo Setiawanto mengatakan “Momentum pemulihan pariwisata global terus berlanjut. Dengan jaringan dan reputasi panjang di pasar internasional, Panorama berada pada posisi strategis untuk menangkap peluang peningkatan permintaan wisata inbound ke kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.”
Pada paruh awal 2025, Panorama juga mengikuti tourism tradeshow di ITB Berlin, dan ATM (Arabian Travel Mart) di Dubai, selanjutnya untuk menutup tahun 2025 Panorama akan mengikuti WTM (World Travel Mart) di London, Inggris.
Travel & Leisure Bukukan Kinerja Positif di Pasar Domestik
Pada sisi Travel & Leisure, Panorama terus memperkuat penetrasi di segmen B2B dan B2C melalui keikutsertaan dalam sejumlah pameran besar, antara lain Astindo Travel Fair (Jakarta & Surabaya, 28–31 Agustus 2025), Singapore Airlines Travel Fair (Jakarta, 8-10 Agustus 2025), dan Garuda Indonesia Travel Fair (Jakarta, 16–19 Oktober 2025).
Kegiatan ini berhasil mendorong penjualan paket wisata untuk periode Natal & Tahun Baru 2025/2026, serta awal tahun 2026. Panorama juga memperkenalkan program chartered flight ke Sapporo, Jepang, sebagai bagian dari strategi diferensiasi produk premium untuk segmen leisure berpenghasilan menengah-atas. Untuk penjualan paket wisata di sepanjang tahun 2025 diprediksi tumbuh 50% dibanding tahun 2024.
Selain itu, Panorama turut menangkap momentum Holy Door Pilgrimage 2025, perjalanan ziarah Katolik yang hanya terjadi setiap 25 tahun sekali. Penjualan paket ziarah ke destinasi religius di Eropa dan Timur Tengah meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan kekuatan jaringan global dan kemampuan perusahaan dalam mengelola niche market yang bernilai tinggi.
Direktur Travel & Leisure Panorama, Hellen Xu menjelaskan “Segmen leisure dan religious travel menjadi katalis penting di semester kedua 2025. Kombinasi antara paket ziarah Holy Door dan chartered flight ke Jepang memperkuat posisi Panorama sebagai penyedia perjalanan tematik yang inovatif dan bernilai tambah.”
Prospek Positif Menuju 2026
Dengan momentum penjualan dari dua pilar bisnis yang saling melengkapi, Panorama optimistis mempertahankan tren pemulihan berkelanjutan hingga tahun 2026. Fokus perusahaan ke depan adalah memperluas jaringan mitra B2B di pasar internasional, memperkuat digitalisasi kanal penjualan domestik, serta mengembangkan portofolio produk wisata bernilai tinggi.
“Kami melihat tren permintaan wisata outbound dan inbound yang terus meningkat menjelang 2026. Aktivitas pemasaran yang agresif di kuartal ketiga menjadi fondasi bagi pertumbuhan pendapatan di tahun mendatang,” ungkap Angreta Chandra, Direktur Keuangan Perseroan.