
Jakarta, 29 Januari 2021 — Setelah setahun dunia dilanda pandemi Covid-19, pelaksanaan vaksinasi di berbagai negara sejak akhir tahun lalu menjadi harapan baru untuk memulihkan aktivitas yang selama ini menghambat perekonomian global. Setiap negara memiliki preferensi dalam memilih jenis vaksin, termasuk Indonesia yang memilih vaksin Sinovac untuk program vaksinasi massal dan gratis bagi jutaan penduduk hingga tahun 2022.
Secara resmi, Indonesia memulai vaksinasi pada 13 Januari 2021, di mana Presiden Joko Widodo menjadi penerima vaksin pertama sebagai simbol dimulainya program vaksinasi nasional. Program ini diharapkan mampu membuka kembali mobilitas antarwilayah maupun antarnegara karena orang yang telah divaksin memiliki risiko lebih kecil untuk tertular dan menularkan Covid-19.
Dengan dibukanya kembali perbatasan dan mobilitas masyarakat, industri pariwisata diharapkan dapat pulih secara bertahap. Panorama (PANR) mencatat beberapa indikator positif menuju pemulihan pariwisata:
Permintaan terhadap paket wisata mulai meningkat, baik dari pasar domestik maupun mancanegara. Unit usaha Panorama di sektor inbound mencatat peningkatan minat dari pasar ASEAN dan Eropa untuk periode 2021–2022. Beberapa mitra agen perjalanan dari Eropa bahkan telah melakukan pemesanan untuk grup perjalanan musim panas 2021 ke destinasi populer seperti Danau Toba, Jawa, dan Bali.
Perlu diketahui bahwa unit usaha inbound Panorama, yaitu Panorama Destination (PDES IJ), tidak menerima tamu sejak Maret 2020 akibat penutupan perbatasan bagi turis asing.
Karena wisatawan mancanegara belum dapat masuk ke Indonesia, wisata domestik menjadi pilihan utama masyarakat untuk berlibur. Panorama melalui unit usaha Panorama JTB menyiapkan berbagai paket dan produk wisata, termasuk tren staycation di hotel-hotel pilihan yang masih diminati dan dipasarkan melalui kanal distribusi aktif.
Wisata domestik diperkirakan tetap mendominasi sepanjang 2021, seiring pelaksanaan vaksinasi yang terus berjalan. Namun, penerapan kebijakan PSBB di beberapa destinasi wisata seperti Malang, Bandung, Yogyakarta, dan Bali bisa memengaruhi pergerakan wisatawan.
Agar perjalanan antarwilayah dan antarnegara dapat berlangsung lebih aman, diperlukan validasi bahwa seseorang telah divaksin. Untuk itu, pemerintah perlu menyiapkan format kartu vaksin atau paspor vaksin yang dapat diakui secara nasional maupun internasional.
Selain kartu vaksin, asuransi perjalanan yang mencakup perlindungan terhadap Covid-19 dan karantina di negara tujuan juga menjadi kebutuhan wajib. Turki dapat menjadi contoh negara yang telah menerapkan kebijakan asuransi bagi wisatawan asing. Peran industri asuransi pun krusial dalam mendukung pemulihan pariwisata.
Menurut laporan akhir tahun UNWTO, tahun 2020 merupakan tahun terburuk dalam sejarah pariwisata dunia, dengan penurunan perjalanan internasional sebesar 1 miliar atau turun 74% dibanding tahun sebelumnya. Namun, tahun 2021 diprediksi akan menunjukkan pemulihan, terutama pada kuartal ketiga saat musim panas, didorong oleh terbentuknya herd immunity melalui vaksinasi.
Respon masyarakat terhadap vaksinasi cukup positif, umumnya karena dua alasan: pertama, untuk perlindungan pribadi terhadap Covid-19; kedua, agar mobilitas lebih bebas tanpa perlu menjalani tes seperti rapid antigen atau PCR.
"Kami selalu memantau kondisi industri pariwisata dan pasar secara umum. Kami melihat adanya optimisme dan kesiapan industri untuk kembali beroperasi, dengan penerapan protokol kesehatan yang baik. Panorama terus menjalin komunikasi dengan mitra kami di dalam dan luar negeri untuk menjaga kepercayaan. Seluruh unit usaha kami juga telah menerapkan standar protokol kesehatan sesuai regulasi," ujar Budi Tirtawisata, Direktur Utama PT Panorama Sentrawisata, Tbk.
(sdw)