Newsrooms

Dukung Dekarbonasi Sektor Pariwisata, Panorama Tandatangani Pakta Panorama Green Initiatives

Perubahan iklim dunia merupakan momok yang akan dihadapi manusia, salah satu indikasinya adalah peningkatan suhu dan anomali cuaca secara global. Perubahan iklim ini tentunya bukan hanya menjadi tugas pemerintah semata namun juga sudah menjadi tugas beragam sektor yang turut menyumbang carbon dalam aktifitas usahanya, tidak terkecuali sektor pariwisata. Panorama sebagai salah satu pemain di sektor pariwisata nasional juga turut serta dalam menurunkan dampak perubahan iklim melalui kebijakan Pariwisata Berkelanjutan khususnya mengurangi dampak Perubahan Iklim. Wujud komitmen ini tertuang dalam penandatanganan Pakta Panorama Green Initiaves yang ditandatangani secara bersama oleh para Direksi dan Eksekutif di Jakarta. “Pariwisata tentunya tidak akan indah dan nyaman jika kelestarian alam dan budaya serta sosial tidak dirawat, karenanya kami mencoba untuk meningkatkan komitmen kami melalui Pakta yang kami tandatangani bersama oleh para Direksi di pilar bisnis Panorama. Kita ingin mengkonkritkan visi kita sebagai pemain pariwisata yang juga bertanggung jawab pada lestarinya alam, budaya, dan sosial,” ungkap Budi Tirtawisata, Group CEO Panorama Group. Pakta ini dibuat berdasarkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dengan berfokus pada point-point mengenai Perubahan Iklim, Praktek Bisnis yang Inklusif, Edukasi kepada Pelanggan dan Komunitas Lokal, Pelestarian Alam, dan Kepatuhan Regulasi. Salah satu fokus dari Pakta ini adalah menurunkan emisi GRK dari aktifitas usaha dan mendorong ekosistem usaha terkait untuk bersama-sama menuju carbon neutral. Komitmen ini juga diapresiasi oleh DR Frans Teguh, Staf Ahli Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Kemenparekraf RI, “Pemerintah melalui Kemenparekraf mendukung komitmen dari industri pariwisata dalam melakukan upaya konkrit terkait pariwisata berkelanjutan yang dalam hal ini telah dilakukan oleh Panorama melalui komitmennya pada Pakta Panorama Green Initiatives. Tentunya komitmen ini semakin menunjukkan upaya untuk meningkatkan nilai kepercayaan (trust) dan reputasi industri pariwisata Indonesia” ungkap beliau. Sebagai langkah awal dalam mewujudkan komitmen ini Panorama juga melakukan penghitungan emisi karbon yang dihasilkan dari kegiatan penandatanganan pakta, dimana emisi tersebut akan diseimbangkan melalui berbagai kegiatan pengurangan emisi, salah satunya dengan mendukung Katingan Mentaya Project yang terletak di Kalimantan Tengah, dan offset karbon SPE-GRK Proyek Lahendong Pertamina NRE yang terletak di Sulawesi Utara. Dalam proses carbon offset ini Panorama menggandeng Fairatmos, perusahaan yang bergerak di bidang teknologi iklim. Panorama mengajak semua pelanggan, mitra bisnis, dan pihak-pihak terkait untuk berpartisipasi dalam upaya ini untuk menjaga kelestarian alam, budaya, sosial dengan tetap menjalankan praktek bisnis yang inklusif dan berkelanjutan. “Kami akan terus berupaya keras untuk menjalankan komitmen terhadap pariwisata berkelanjutan bersama-sama mari kita jaga kelestarian bumi ini agar tetap abadi untuk generasi masa depan,” tutup Budi Tirtawisata. (MS)