Newsrooms

Pariwisata makin moncer, Panorama bukukan laba untuk tahun buku 2022

Tahun 2022 boleh dibilang sebagai turn-around year bagi sektor pariwisata, hal ini terefleksi dari kinerja positif yang dicapai Panorama (PANR) dimana Perseroan berhasil mencatatkan Pendapatan sebesar Rp1,52 triliun, naik 538% dari tahun 2021 yang hanya sebesar Rp239,2milyar. Dari Pendapatan yang didapat, Perseroan berhasil mencetak Laba sebesar Rp29,3milyar sepanjang tahun 2022. Kinerja positif ini akibat pent-up demand atau permintaan yang meningkat akibat pelonggaran beragam pembatasan yang dijalankan pada masa pandemik berlangsung. Pent-up demand terjadi baik untuk market domestik dan juga internasional (wisman). “Di sepanjang tahun 2022 lalu kami mencatat peningkatan booking perjalanan dan liburan yang begitu kuat khususnya saat memasuki kuartal II tahun lalu hingga akhir tahun 2022. Hal ini terjadi di semua segmen baik masyarakat Indonesia yang ingin berlibur ke luar negeri ataupun wisatawan mancanegara yang ingin berlibur di Indonesia, Thailand, dan Malaysia. Terjadi peningkatan wisatawan sebesar 251% untuk segmen leisure outbound (wisnas), dan 330% untuk segmen leisure inbound (wisman)” ungkap AB Sadewa, Corporate Secretary PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR). Perseroan melihat pent-up demand akan berlangsung 2-3 tahun kedepan, oleh karenanya strategi yang dilakukan adalah dengan terus membuat produk sesuai keinginan pasar sambil terus menerapkan smart-operation yang dapat memotong biaya 50-60%. Smart-operation sudah dilakukan sebelum 2019 dan semakin diintensifkan pada masa pandemik, beberapa inisiatifnya antara lain: Panorama Agent sebagai b2b2c business model; Corporate Online Booking Tools untuk memberikan akses kepada klien korporasi untuk melakukan pembelian produk perjalanan (tiket, hotel voucher, transport); Panorama.ID sebagai platform khusus untuk produk perjalanan dan paket wisata; serta beragam back-end application untuk mendukung produktifitas dan efektifitas operasional perseroan. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan Pendapatan namun dengan Biaya Operasional yang lebih terkontrol. Sepanjang Januari hingga Februari tahun 2023 ini antusiasme pasar tetap positif dimana biasanya periode ini merupakan periode low-season, namun booking trend tetap tinggi diberagam pameran wisata yang diikuti oleh Perseroan. Beberapa destinasi yang sedang diminati untuk libur Ramadhan dan Lebaran antara lain: Jepang, Korea Selatan, dan juga produk Moslem Tour yang semakin digandrungi pasar.